Sunday, November 28, 2010

my assignment

Name : Kusbandiyah
NPM : 200712500107
Claas : 7.C
Lecture : Literature

Thank you Allah
Thank you Allah
Thank you for everything You give
You always give what I need
You always give the best for me
Oh Allah,
You make everything be easy
You make my time full of happiness
You make my life more meaningful
Thank you Allah
You always care about me
Always listening .... always understanding
You are the Great Love
You are the one and only
Thank you Allah
Without You .... I’m nothing

RPP Kusbandiyah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMK Kesuma Bangsa I Depok
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : X / I
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit


I. Standar Kompetensi
Berkomunikasi dengan bahasa Inggris setara level novice (orang baru)

II. Kompetensi Dasar
Menyebutkan bendabenda, orang, ciriciri, waktu, hari, bulan dan tahun.

III. Indikator
• Namanama benda dan kata yang mendeskripsikan benda yang terkait dengan warna, bentuk, asal (origin), ukuran, bahan, jumlah, dan kualitas disebutkan dengan tepat.
• Waktu (time of the day), namanama hari / tanggal, bulan, dan tahun disebutkan dengan tepat.

IV. Materi Pokok Pembelajaran
• Adjective showing : colours, quality, size, shape, age, origin, and material
• Noun showing : time, day, date, month, year
• Vocabulary review
• Grammar review; Singular and plural noun

V. Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal
 Greeting, absensi dan review
b. Kegiatan Inti
 Listening; dictation
 Speaking; describing things
 Reading; reading the texts, sentences
 Writing; writing sentences that describe things
c. Kegiatan Akhir
 Kesimpulan
 Test

VI. Sumber dan Alat Belajar
a. Sumber Buku :
“Module, A New Approach to Learn English” for class X SMK, Tim MGMP Bahasa Inggris, Berkhidmat Untuk Ilmu (HUP), Edisi Revisi.
“English Vocabulary in Use” preintermediate and intermediate, Stuart Redman, Penerbit Erlangga.
“Kamus Inggris Indonesia”, John M, Echols dan Hasan Shadili, Penerbit PT. Gramedia Jakarta.

b. Alat dan Bahan :
LKS, dialog pendek, tanya jawab, diskusi dan ceramah

VII. Penilaian
a. Observasi dan penilaian motorik : Performance
b. Penilaian Kognitif : Tes Tertulis (kelompok)





Depok, 27 Oktober 2010,
Guru Bidang Studi, Peserta PPL,




Erna Rofiah, S.Pd. Kusbandiyah
NPM : 200712500107




Mengetahui
Kepala SMK Kesuma Bangsa I,



H. Achmad Danih, S.Pd.

Tuesday, November 16, 2010

Kakak ......

Astaghfirullah, alhamdulillah........... ternyata Allah masih mengizinkan kita ketemu meski sikon ga baik untuk berdiskusi. Dhiah lagi ga fit dan kakak juga udah ke tempat abang dulu dan emang udah ga ada yang penting untuk didiskusikan... meski ada rasa sebel dikit atau mungkin banyak ka, tapi ya sudahlah.. dhiah cuma masih pingin tahu sebenarnya kakak tuh gimana sih?? dhiah yang salah tafsir atau emang kakak ga mau bicara?? makasih masih mau bantu dhiah dan makasih masih mau tanya" dan cerita keluarga ma dhiah.... Emang dhiah sangat salah atau bener kakak yang bandel tapi napa harus gini?? dhiah selalu salah dan kakak selalu nyalahin dhiah n bela abang. dhiah emang mungkin ga penting bagi kakak n bener kata mbak kali.... ka, dhiah tuh pingin tahu dan dengar langsung dari kakak, dhiah ga mau kakak bantu" dhiah cuma karena kasihan doank. kakak sebenarnya masih mau senyum dan kasih senyum tulus ke ana ga sih?? kakak masih mau cerita atau ga atau cuma basa basi saja ka.. dhiah seneng kalo kakak mau banting stir, n ga terlalu ngoyo ... ana masih ingin di depok, dan ana sebenarnya ga pingin kerja kalo udah punya suami (selama suami masih bisa mencukupi nafkah ana ka hehe ......)ana pingin dakwah saja dan jadi ibu yang menciptakan anak" hebat di mata Allah... semoga dhiah ga dapat masalah/teguran lagi dari keluarga kakak,, ana sebenarnya masih sedikit marah ma kakak tapi karena Umi selalu nasehatin" dhiah, jadi dhiah berusaha supaya biasa saja ma kakak, lagian kakak udah banyak banget bantu dhiah, tika abang" dhiah ga peduli n sibuk dengan keluarga masing-masing... kakak baik banget ma dhiah, mungkin karena kakak baik ma siapa saja jadi dhiahga perlu menafsirkan hal yang aneh"".... makasih ya ka.... semoga kita selalu baik" dan makin baik...

Wednesday, August 18, 2010

Cita-Cita yang Sederhana

Senin, 16/08/2010(from Era Muslim)

"Ketika cita-cita sesederhana menjadi seorang ibu rumah tangga biasa menjadi begitu langka dan sulit sekali terlaksana.. Ketika begitu sedikit dari mereka yang bercita-cita jadi ibu rumah tangga seutuhnya.. Maka dengan seizin-Mu Yaa Rabb.. Perkenankanlah saya menjadi bagian dari yang sedikit itu.. Amiin."

Ketika menulis catatan ini saya adalah seorang remaja yang berada dalam masa peralihannya menjadi seorang wanita dewasa, sedang menuntaskan tugas akhirnya di sebuah perguruan tinggi swasta kelas karyawan dan tinggal selangkah lagi menjadi sarjana.

Seorang wanita yang berada pada masa gemilangnya dalam meniti karir, bekerja di tempat yang baik dengan penghasilan yang sangat baik, anak perempuan yang membanggakan, kakak yang walaupun tidak terang-terangan dinantikan tetapi selalu dirindukan dan menjadi panutan, sahabat yang hangat, teman yang menyenangkan, rekan kerja yang walaupun sering datang terlambat, tetapi selalu dimaafkan karena rajin membawa makanan..

Entah semua itu benar adanya atau tidak. Yang jelas saya selalu percaya pada insting dan bagaimana cara hati membawa saya untuk merasa.

Sepintas, semua yang saya miliki, kehidupan saya yang nyaris begitu sempurna, adalah apa yang sebagian perempuan zaman sekarang impikan. Karir, pendidikan, keluarga, teman. Saya amat sangat bersyukur dengan keadaan saya. Semua yang Allah titipkan pada saya sekarang adalah apa yang dahulu pernah saya cita-citakan.

Alhamdulillah.. Allah memberikan kesempatan untuk merasakan dan membimbing bagaimana harus menyikapi begitu banyak cita-cita yang terlaksana menjadi nyata ini dengan baik dan bijaksana. Saya jadi teringat kutipan dari seorang ustazah, "Muslimah yang berjuang dalam kebaikan adalah mereka yang selalu to be continued.. berkelanjutan dan terus menerus..."

Kemudian saya dihadapkan pada sebuah pertanyaan sederhana, “Apa cita-cita saya berikutnya?"

Di sinilah, di usia saya yang masih belum genap dua puluh dua tahun, saya merasa jadi lebih tua karena sepertiga partisi dari otak saya didominasi sesuatu yang sedang saya pertimbangkan untuk menjadi cita-cita saya di masa yang akan datang. Menjadi seorang ibu rumah tangga saja. Sederhana.

Sepertinya mudah, tetapi entah dari sudut pandang mana saya menilainya, sekedar membayangkannya saja sulit sekali rasanya. Padahal pada hakikatnya, rumah tangga adalah ladang pahala yang sangat luas bagi seorang wanita.

Semuanya tidak lagi membanggakan ketika memiliki cita-cita menjadi ibu rumah tangga biasa dan seutuhnya mengabdikan diri kepada keluarga saja. Saya butuh waktu yang cukup lama untuk menimbang, malah bimbang, bahkan gamang.

Pelan-pelan mimpi itu bergumul dalam pikiran saya. Menyediakan bekal untuk suami tercinta, memberikan rumah yang bersih dan nyaman sepulangnya, pakaian yang bersih, wangi, dan tersetrika rapi. Betapa membahagiakannya bila saya bisa mengerjakannya sendiri, tanpa bergantung pada si "Mbak" (pembantu-red). Sungguh saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya akan cemburu jika suami lebih menyukai dan menikmati masakan si "Mbak".

Kemudian ... menjaga calon buah hati kami, membekalinya dengan gizi dan pendidikan yang baik bahkan jauh sebelum kelahirannya, mengenalkannya pada rangkaian hijaiyah, membacakannya cerita, mengobrol dengannya, ikut membangunkannya di waktu subuh. Saya tidak ingin kehilangan moment-moment penting dalam sembilan bulan itu.

Tidak ingin menyia-nyiakan dan membiarkannya berlalu begitu saja karena kesibukan saya bekerja. Saya tidak ingin hanya disibukkan mempersiapkan popok, baju, dan alas tidurnya. Saya ingin sibuk mempersiapkan kesiapannya menjadi seorang manusia.

Dan ketika Allah mengizinkan ia lahir ke dunia, betapa tidak inginnya cuti tiga bulan yang diberikan perusahaan kepada saya membatasi kebahagiaan saya. Saya tidak ingin rutinitas menyusuinya, memandikan, mengganti popoknya, berlangsung rutin hanya dalam tiga bulan saja. Saya tidak ingin kehilangan 8 jam dalam sehari dengan tidak melihat ia tumbuh besar dan pintar. Saya tidak ingin kehilangan menyaksikan langkah pertamanya.

Namun dengan intensitas yang sama, kekhawatiran yang lain juga hadir menyertainya. Bagaimana jika kelak saya berjodoh dengan seseorang yang biasa saja? Bukan mereka yang berpenghasilan “wah” tiap bulannya? Biaya perlengkapan anak, susu, dan pendidikan zaman sekarang kan mahal?

Lantas bagaimana dengan kehidupan sosial yang saya tinggal di luar sana? Lantas bagaimana jika (Naudzubillahi Min Dzaalika) suami yang saya tercinta berpulang ke rahmatullah di waktu yang tidak saya duga sebelumnya, sedangkan saya harus menggantikannya sebagai kepala keluarga?

No Execuse!! Allah telah menentukan dan mengatur jodoh, rezeki, dan maut bagi tiap-tiap kita. Banyak cara untuk mengupayakan rezeki yang disebar-Nya di seluruh muka bumi ini. Niat yang baik akan beriring dengan hasil yang baik, Insya Allah.

Rumah adalah sekolah dan madrasah paling murah bagi anak-anak kita, dan baik tidaknya kualitas pendidikan yang mereka terima itu bergantung pada kita, orang tua mereka. Maka bersemangatlah, Allah menghadirkan masalah berpasangan dengan solusinya. Pasti.

"Semoga Allah memberikan kemantapan hati jika cita-cita itu bukan sesuatu yang salah, menjadikannya tidak sebatas pada keinginan, tetapi juga kebutuhan. Semoga Allah memperkenankan cita-cita sederhana saya menjadi nyata, meridainya dan menjadikannya jalan terbaik yang dipilihkan-Nya untuk saya, memberi kemudahan bagi kami untuk melalui aral-melintangnya. Percaya bahwa Allah akan menjaga dan memelihara apa yang menjadi kepunyaan-Nya. Percaya bahwa berkarya menjemput rezeki-Nya bisa dimana saja. Percaya bahwa tidak ada sandaran hidup yang lebih baik selain Allah."


Oleh: Aizzah Nur, 21 Tahun, mahasiswa dan karyawan perusahaan kontraktor di Matraman, Jakarta Timur.

My Ramadhan

Alhamdulillah, Ramadhan 1431 H masih Dhiah sambut bersama keluarga tercinta. Bunda, Adik, Kakak dan saudara" tercinta serta keponakan" yang makin hhhhhhhhhmmmmm dan tak lupa sebuah doa untuk Eka yang entah bagaimana sekarang. Rindu dan doa untuk Diaz masih menyertai, semoga Allah memberikan tempat terindah untuk Diaz. Semoga Allah mengampuni semua dosa' Diaz. Alhamdulillah, si Sahabat lama (saudara yang tampan, cerdas, bijak dan baik hati - insya allah) sudah kembalimeski kemarin sempat ! bulan marahan karena hal sepele. dan semoga nanti tak ada lagi luapan emosi sampai ketemu dalam ridha-Nya. Eka, entah kenapa kamu diam seribu bahasa. Ka' Yo, semoga kamu dapat istri yang shalehah. Umi, Dhiah sayang dan kangen banget. sisa waktu tinggal sebentar dan rasa takut mulai hinggap. Sahabat'ku tercinta, anak" pengajian yang selalu di rahmati Allah, dan Fadhil sekeluarga- Mbak Dhiah kangen banget. Salam sayang untuk keponakan' tercinta di bumi Allah. Bulik sayang kalian semua. Para teman" kader yang selalu semangat, jangan lupa untuk hadir dalam Syuro ya?? Kalian tuh aneh, kalau disuruh dateng syuro pada malesssss dgn seribu alasan. Ayo sob, beri contoh terbaik untuk adik' kita. Mama dan keluarga, Maaf dhiah tidak bisa ke Tasikmalaya lagi. Bismillah, dhiah aka merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1431 H di Banjar, Ciamis-Jawa Barat bersama saudara' dri Ayah dan Bunda - Insya Allah. Eka, Diam itu tak selamannya indah dan diam Kakak buat Dhiah Bingung. semoga Allah segera memberi kesembuhan sehingga kita bisa bertemu kembali. Ayo semangat!!! Dhiah harap Khilafah segera tegak kembali. Perjuangan teman" membuat dhiah makin semangat. Bunda, Dhiah ingin membahagiakan Bunda dan memberi yang terbaik serta hadiah spesial seperti yang bunda harapkan, Insya Allah.

Wednesday, July 21, 2010

My July

Allahu akbar, aku ga pernah nyangka semua akan kaya gini. Diaz, jika kita masih bisa bertemu mungkin diri ini tak akan terpuruk seperti ini. Aku heran, napa dia tak ada pembelaan sama sekalli dan sangat tak bertanggung jawab. aku sangat kecewa. semoga hati ini tetap setia dan bisa amanah. Dhiah kangen a... semoga senyum dan semua pemberian Aa masih setia temani Dhiah.

Monday, May 3, 2010

My May

Bismillah....... wah senangnya jika ada yang berminat tapi kenapa bukan orang yang aku harapkan?? apa semua tak dapat terwujud?? semoga ini adalah awal yanng baik. cancer is just a word not a sentence dan allah ga akan membiarkan hamba-Nya menderita. Selama Sabar n tetep istiqomah pasti Allah akan memberi kemudahan dan Allah selalu memberi yang terbaik u/ kita. Buat Ka' Yo met ultah ya moga cepat kelar Kuliahnya dan cepat dapat pendamping yang berakhlak mulia..... Allahu akbar..... My relatives, I do Miss you so much.